Lolos Pendanaan PKM RE

By Prodi S1 Biologi Unair On Tuesday, June 29 th, 2021 · no Comments · In

Rokok merupakan salah satu penyebab kematian yang cukup tinggi di dunia. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa angka kematian penduduk dunia akibat rokok mencapai  30% atau setara dengan 17,3 juta orang meninggal akibat merokok. Indonesia sendiri menyumbang angka kematian sebesar 225.700 kematian setiap tahunnya akibat merokok. Mirisnya, walaupun bahaya rokok sudah diketahui banyak orang, tingkat konsumsi rokok masih sangat tinggi. Hal ini membuat dua mahasiswa Biologi yaitu Widyah Puspitasari (Biologi 2018) dan Izza Nur Ilmiyah (Biologi 2018) beserta tiga mahasiswa lain yaitu Muhammad Fahroji (Kimia 2018), Muhammad Faqih (Kimia 2018), dan Kamailiya Ulfah (FKH 2017) dalam bimbingan dosen Mochammad Zakki Fahmi, S.Si, M.Si, Ph.D mempersembahkan inovasi dengan judul “Aplikasi Nanozyme-Carbon sebagai Modifikasi Filter Rokok untuk Mengurangi Kerusakan Paru-Paru Akibat Rokok” yang didaftarkan sebagai proposal PKM-RE untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Seperti judulnya, inovasi ini menghadirkan filter rokok yang diharapkan dapat mengurangi jumlah radikal bebas atau bahan berbahaya yang terdapat di dalam rokok dan berpeluang masuk ke dalam tubuh serta menyebabkan bermacam penyakit. Inovasi filter rokok yang akan dimasukkan ke dalam batang rokok akan berasal dari gabungan tiga bahan utama yaitu Graphene Oxide (GO), Activated Carbon (AC), dan Copper Tanic Acid Nanozyme (Cu-Tannic Acid). Gabungan dari ketiga bahan utama ini diharapkan dapat mengurangi bahaya asap rokok sehingga dapat mengurangi tingkat kematian yang disebabkan oleh rokok terutama kerusakan pada paru-paru. Kemudian pada tanggal 5 Mei 2021, inovasi PKM -RE ini termasuk ke dalam 65 proposal PKM yang berasal dari Universitas Airlangga yang dinyatakan lolos hingga tahap pendanaan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dan berhak menerima pendanaan sebesar Rp 9.500.000.

Inovasi filter ini kemudian harus melalui tahapan penelitian yang dilakukan berbasis online dan offline. Riset online akan dilakukan dengan mengumpulkan literatur yang sudah ada sebagai acuan data. Sedangkan penelitian offline akan dilakukan dengan metode in silico untuk mengetahui keefektifan dari inovasi filter yang dirancang. Hasil dari penelitian ini kemudian akan didaftarkan kembali untuk diharapkan dapat mengikuti Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) dan dapat meraih pencapain yang maksimal dalam PIMNAS yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Penulis: Izza Nur Ilmiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty