Ummi Zubaidah, Mahasiswa Peraih Predikat Magna Cum Laude pada Wisuda Unair Periode Maret 2022 dan Peraih Outstanding Performance dalam Magang Riset di University of Western Australia

By Prodi S1 Biologi Unair On Thursday, March 10 th, 2022 · no Comments · In

Ummi Zubaidah, Mahasiswa Peraih Predikat Magna Cum Laude pada Wisuda Unair Periode Maret 2022 dan Peraih Outstanding Performance dalam Magang Riset di University of Western Australia

“Percayalah, ada satu juta makhluk hidup dalam satu sendok air kolam!” Begitulah penggalan narasi buku Dunia Binatang yang saya baca ketika kecil. Saya selalu penasaran bagaimana mungkin ada jutaan makhluk hidup dalam satu sendok air. Saya tidak menyangka kekuatan narasi dalam buku tersebut dapat mengantarkan saya untuk masuk dunia penelitian.

Orang-orang terdekat saya mengenal saya sebagai pribadi penyuka tantangan. Saya gemar sekali menantang diri untuk mencoba hal- hal baru walaupun banyak juga kegagalan yang saya hadapi karena tantangan tersebut. Saya berpikir bahwa penyuka tantangan sangat lekat dengan peneliti dan karena itu saya memutuskan untuk menjadi mahasiswa Prodi S1 Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga.

Saya memulai penelitian di semester tiga perkuliahan yang mana saya membuat studi review potensi antidiuretik air nira siwalan (Borassus flabellifer) dalam mengobati batu ginjal di Kota Tuban, Jawa Timur. Penelitian tersebut berhasil membawa saya dan tim untuk berpartisipasi dalam Asian Academic Society International Conference (AASIC) 7th 2019 di Hat Yai, Thailand. Satu tahun kemudian, saya melanjutkan penelitian mengenai struktur komunitas bakteri dan manfaatnya pada lumut kerak (lichen) dan mem-publikasi hasil riset pada jurnal Ecology, Environment, and Conservation yang terindeks Scopus. Saya sangat bersyukur dapat memulai penelitian di masa- masa awal perkuliahan. Dalam hal ini saya berterima kasih kepada Dr. Nanik Siti Aminah, M.Si. atas motivasi beliau agar selalu aktif dalam penelitian di usia muda.

Gambar 1. Dokumentasi saat mengikuti Asian Academic Society International Conference (AASIC) 7th 2019

Setelah melakukan penelitian di beberapa bidang Biologi, saya menemukan riset kanker dan tanaman obat sebagai “jodoh penelitian” yang saya minati hingga saat ini. Di bawah bimbingan Bapak Sugiharto, S.Si., M.Si., Prof. Yosephine Sri Wulan Manuhara, M.Si., Prof. Sri Puji Astuti Wahyuningsih, M.Si., dan Ibu Tri Nurhariyati, S.Si., M.Kes., saya meneliti potensi antioksidan tanaman sabung nyawa (Gynura procumbens) dalam menghambat proliferasi kanker hati. Saya kembali berpartisipasi dan menjadi oral presenter dalam 8th International Conference and Workshop on Basic and Applied Science (ICOWOBAS) 2021 untuk mempresentasikan hasil riset tersebut. Sebagai mahasiswa S1, saya sangat bersyukur dapat membawakan karya di hadapan para praktisi dan mahasiswa pascasarjana.

Gambar 2. Dokumentasi selama penelitian

Untuk mengejar “jodoh penelitian” tersebut, saya berusaha meningkatkan pemahaman riset kanker dalam pandangan disiplin ilmu Bioinformatika dan Biologi Sintetik. Saya sangat bahagia dan beruntung dapat menjadi mahasiswa bimbingan Bapak Almando Geraldi, S.Si., Ph.D. yang mana beliau sangat membuka wawasan saya mengenai aplikasi rekayasa genetika dalam menangani kanker. Berkat supervisi dan motivasi beliau, saya dan tim (Aliffa Yusti Sadila, Nabilla Hapsari Wijaya, dan Nur Aula) dapat meraih dua medali emas dan 3 terbaik final showcase dalam Bioinformatics and Synthetic Biology Competition (BIOS) 2021. Dalam kompetisi tersebut kami menginisiasi saklar molekuler untuk mencegah transformasi sel normal menjadi sel kanker paru-paru dan payudara.

Tidak hanya membangun relasi di dalam negeri, tetapi saya juga membangun relasi di luar negeri dengan mengikuti magang penelitian yang diselenggarakan oleh University of Western Australia. Di bawah bimbingan Emeritus Professor Graeme Bruce Martin, saya belajar lebih jauh mengenai kultur sel dan isolasi zat bioaktif tanaman. Saya mendapatkan penghargaan outstanding performance with certificate distinction yang merupakan penghargaan tertinggi program tersebut. Hasil riset tersebut kemudian saya presentasikan dalam International Veterinary Scientific Paper Competition 2021 yang mana tim saya dapat meraih juara 2 dalam kompetisi tersebut.

Walaupun saya disibukkan dengan dunia penelitian, saya tidak lupa untuk menyeimbangkan kemampuan akademik dan non-akademik. Dalam bidang non-akademik, saya berkesempatan menjadi Duta FST Unair pada periode 2019-2020. Adapun puncak kegiatan non-akademik saya adalah ketika saya menghadiri forum President Clinton Festival Mare Liberum 2021 yang mana pembicara utama adalah mantan presiden Amerika Serikat ke- 42, Bill Clinton. Sementara itu, dalam bidang akademik, terutama dalam perkuliahan, saya berkesempatan untuk menyelesaikan sarjana 1 dalam waktu 7 semester (3,5 tahun) dengan predikat magna cum laude (IPK 3,91/4,00).

Gambar 3. Dokumentasi saat berpartisipasi dalam forum President Clinton Festival Mare Liberum 2021 (kiri atas); dokumetasi bersama Prof. Muhammad Iqbal Choudhary dari University of Karachi Pakistan saat menjalankan tugas sebagai duta FST Unair (kanan atas); dokumentasi wisuda Unair periode Maret 2022 (bawah)

Menjadi seorang alumni tidak berarti kewajiban Tridharma Perguruan Tinggi usai begitu saja, sebaliknya kewajiban untuk berkontribusi kepada masayarakat harus terus dilakukan. Saya memulai pengabdian masyarakat dengan mendirikan program Bangga Risetku untuk memberikan fasilitas pembelajaran riset sederhana kepada anak- anak di Desa Temandang. Selain itu, saya juga berkesempatan untuk menjadi volunteer dalam program pengabdian masyarakat “Peningkatan Produktivitas Usaha Kecil Pembuatan Tempe di Desa Temandang” yang dipelopori oleh Dra. Heny Sri Astuty, M.Pd. Kedua program tersebut merupakan bentuk aplikasi yang dapat saya lakukan sebagai Sarjana Biologi.

Gambar 4. Dokumentasi pengabdian masyarakat

Saya berharap apapun yang saya lakukan dan saya dapatkan dapat terus membanggakan Universitas Airlangga sebagai almamater dan Bapak/Ibu dosen serta rekan-rekan saya baik di masa sekarang maupun di masa mendatang. Hal ini dikarenakan sulit bagi saya mencapai cita-cita tanpa bantuan doa, dukungan, serta motivasi dari mereka.

Tuban, 9 Maret 2022

Sumber: Ummi Zubaidah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty