Memprakarsai Penelitian Nanobiologi Sediaan Bahan Obat Herbal untuk Kanker, Tim Peneliti Biologi Mencetak Prestasi Kolokium Sains Tingkat Internasional

By Prodi S1 Biologi Unair On Sunday, August 27 th, 2023 · no Comments · In

Memprakarsai Penelitian Nanobiologi Sediaan Bahan Obat Herbal untuk Kanker, Tim Peneliti Biologi Mencetak Prestasi Kolokium Sains Tingkat Internasional

Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan paling serius di seluruh dunia dimana setiap tahun sekitar 1.500.000 kasus baru dan 400.000 kematian terjadi akibat penyakit ini. Sementara itu, Kementerian Kesehatan di tahun 2018 menyebutkan bahwa angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42 orang per 100 ribu penduduk dengan rata-rata kematian akibat kanker ini mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk. Beberapa upaya preventif telah dilakukan untuk mengurangi penderita kanker payudara, seperti penggunaan obat sintesis kimia dan kemoterapi. Obat-obat tersebut memiliki efek samping yang cukup berat, seperti kekeringan dan pendarahan pada bagian vagina, mual, fenomena astenia, retak tulang, tromboplebitis, infeksi saluran kencing, hiperkolesterolemia, dan lain-lain

Efek samping dari penggunaan obat  sintesis dan kemoterapi menjadikan alasan diperlukannya inovasi dalam terapi pengobatan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Pemanfaatan bahan alam dibutuhkan dalam hal rangka untuk mengatasi hal ini. Salah satu bahan alam potensial yang memiliki kemampuan dalam menghambat sel kanker payudara adalah tanaman temu kunci (Boesenbergia pandurata Roxb.). Pemanfaatan tanaman temu kunci sebagai upaya preventif menghambat pertumbuhan sel kanker payudara ini masih minim. Temu kunci mengandung beberapa zat aktif yang terdapat di dalam tanaman temu kunci, seperti pinostrobin dan panduratin A yang memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.

Sekelompok peneliti dengan ketua tim Moch. Aqilah Herdiansyah dari mahasiswa Biologi UNAIR angkatan 2020 bersama dengan anggota tim antara lain Justitia Eka Rizky Perdana Putra (Biologi 2020), Javan Hammurabi Rumi (Nanoteknologi 2020), Qiara Amelia Putri Priyono (Farmasi 2020), Mochamad Radika Tory Alifiansyah (Farmasi 2020), dan Putri Antika Yusnia (Farmasi 2020) melakukan riset komparatif penggunaan nanoenkapsulasi terhadap sediaan bahan herbal dan bahan sintetik. Penelitian ini membuahkan sebuah hasil pada acara International Science and Technology Colloquium (I-COSTECH) berupa Best Presenter Award. Dalam event ini diikuti oleh banyak negara dan ahli-ahli penting bidang sains di seluruh dunia. Harapannya, dengan adanya penelitian ini dapat menjadi tonggak perjuangan pengembangan nanobiologi di Indonesia utamanya nanoenkapsulasi senyawa obat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty