
Siapa sangka, ekosistem mangrove di Teluk Pangpang, Banyuwangi, menyimpan mikroorganisme yang berpotensi menjadi kunci pengembangan bioenergi dan bioteknologi masa depan. Potensi tersebut menjadi fokus penelitian yang dipresentasikan dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Dr. Almando Geraldi, dalam ajang internasional The 15th Korea–ASEAN Joint Symposium (KAJS) 2026. Pada forum ilmiah internasional tersebut, Dr. Almando mempresentasikan penelitian berjudul “Microbial Community Structure and Bioprospecting of Highly Cellulolytic Bacteria in the Pangpang Bay Mangrove Ecosystem”. Penelitian ini mengangkat potensi ekosistem mangrove Teluk Pangpang, Banyuwangi, sebagai sumber keanekaragaman mikroorganisme yang memiliki kemampuan tinggi dalam mendegradasi selulosa, salah satu komponen utama biomassa lignoselulosa.
Melalui pendekatan analisis komunitas mikroba dan eksplorasi bakteri selulolitik, penelitian ini berhasil mengidentifikasi kelompok bakteri potensial yang berperan dalam proses dekomposisi biomassa di ekosistem mangrove. Isolat-isolat dengan aktivitas selulolitik tinggi berpotensi dikembangkan sebagai sumber enzim untuk berbagai aplikasi bioteknologi, seperti produksi bioenergi, pengolahan limbah lignoselulosa, hingga pengembangan bioproses yang mendukung ekonomi sirkular. Keikutsertaan Dr. Almando dalam KAJS 2026 mencerminkan komitmen FST Universitas Airlangga dalam mengembangkan riset berbasis biodiversitas mikroba Indonesia serta memperkuat kolaborasi internasional untuk mendorong inovasi di bidang bioteknologi dan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.
