
Dr. Fatimah, dosen Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga, menunjukkan inovasi hasil penelitiannya dalam the 15th Korea–ASEAN Joint Symposium (KAJS) 2026 melalui dua bentuk presentasi ilmiah, yaitu presentasi oral dan poster. Pada sesi presentasi oral, penelitian yang dikembangkan oleh timnya berjudul “Potential of BioMeFert-4 Biofertilizer to Enhance the Growth and Productivity of Thailand Nganjuk (Tajuk) Shallot (Allium ascalonicum L.)” dipresentasikan oleh anggota tim peneliti, Syarifah Salsabila. Selain itu, Dr. Fatimah juga secara langsung mempresentasikan poster ilmiah berjudul “Improving Growth and Productivity of Vima-1 Mung Bean (Vigna radiata) through BioMeFert-3 Application”.
Kedua penelitian tersebut merupakan bagian dari pengembangan prototipe pupuk hayati BioMeFert, inovasi yang dikembangkan oleh Dr. Fatimah bersama tim peneliti FST dan Pusat Unggulan IPTEK-Perguruan Tinggi Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati (PUI-PT BIOME), Universitas Airlangga untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan melalui pemanfaatan mikroorganisme bermanfaat. Hasil penelitian menunjukkan potensi aplikasi BioMeFert dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen berbagai komoditas pertanian, sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Partisipasi ini menjadi bukti komitmen FST Universitas Airlangga dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berpotensi memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia.
