Sekilas, Centratherum punctatum Cass. mungkin hanya tampak sebagai tumbuhan liar berbunga ungu yang tumbuh di area terbuka. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, spesies dari famili Asteraceae ini memiliki karakter morfologi yang khas dan menjadi salah satu tumbuhan yang mudah dikenali melalui bentuk daun, batang, serta bunga majemuknya. Keunikan tersebut menjadikan C. punctatum menarik untuk diamati sebagai bagian dari kajian identifikasi dan morfologi tumbuhan. 

Centratherum punctatum Cass. merupakan tanaman herba dari famili Asteraceae yang memiliki habitus berupa terna dengan bagian bawah batang berkayu, tumbuh tegak atau sedikit menanjak serta bercabang (Talan et al., 2023). Centratherum punctatum memiliki sistem akar serabut yang berkembang untuk menyerap air dan unsur hara dari tanah. Centratherum punctatum memiliki batang berwarna hijau hingga ungu, bertekstur agak lunak, dan mengandung getah (Irsyam et al., 2020). Daun Centratherum punctatum berbentuk bulat telur hingga lonjong atau seperti sendok, dengan pangkal menyempit, tepi daunnya bergerigi dan bersilia, ujung daun membulat, serta permukaan daun bagian adaksial maupun abaksial ditutupi rambut halus (Irsyam et al., 2020). Centratherum punctatum memiliki daun tunggal dengan duduk daun tersusun berseling. Centratherum punctatum memiliki bunga yang berkumpul dalam bentuk bonggol di ujung batang, bersifat soliter atau berkelompok, dengan kuncup bunga yang berbentuk bulat agak pipih (Irsyam et al., 2020).

Centratherum punctatum Cass. memiliki potensi sebagai tanaman obat dimana bagian daun dari tanaman ini mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan terpenoid yang berperan sebagai antioksidan (Silva et al., 2026). Tanaman ini juga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi gangguan hati, masalah pencernaan, dan luka sehingga berpotensi dikembangkan dalam bidang farmasi (Silva et al., 2026). Selain itu, ekstrak daun Centratherum punctatum juga menunjukan aktivitas antidiabetes sehingga berpotensi sebagai bahan obat herbal (Tyagi et al., 2022).

Budidaya Centratherum punctatum Cass. tergolong mudah karena tanaman ini dapat diperbanyak melalui biji (Talan et al., 2023). Tanaman ini mampu tumbuh baik pada daerah tropis dengan kondisi tanah yang cukup subur dan pencahayaan yang baik. Upaya konservasi Centratherum punctatum dapat dilakukan melalui budidaya berkelanjutan dan pengembangan kultur in vitro untuk menjaga ketersediaan plasma nutfah (Talan et al., 2023). Secara global, Centratherum punctatum belum memiliki status resmi dalam daftar merah IUCN (Not Evaluated), namun diketahui memiliki sebaran yang luas dan populasi yang relatif stabil.

Daftar Pustaka:

Irsyam, A. S. D., Mountara, A., Dewi, A. P., Hariri, M. R., Effendi, S., & Irwanto, R. R. (2020). Catatan Marga Centratherum (Asteraceae: Vernonieae) di Pulau Jawa. Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology, 3(2), 75-84.

Silva, A. K. A, Lorene de Alvarenga Araujo, Y., Albuquerque Barbosa, H., Silva Marques Belfort, G. D., Lorena Araújo Silva, L., Oliveira, M. D. D. A., & de Almeida, P. M. (2026). Phytochemical characterization and cytogenotoxic activity of leaves of Centratherum punctatum Cass. Drug and Chemical Toxicology, 1-16.

Talan, A., Mujib, A., Ejaz, B., Bansal, Y., Dewir, Y. H., & Magyar-Tábori, K. (2023). In Vitro Propagation and Phytochemical Composition of Centratherum punctatum Cass—A Medicinal Plant. Horticulturae, 9(11), 1189.

Tyagi, S., Aggarwal, I., Singh, H., Kumar, A., & Ghosh, S. (2022). Anti-diabetic effect of indegenous medicinal plant” Centratherum punctatum Cass”. Jundishapur Journal of Microbiology, 15(1), 3627-3634.