Dwi Kusuma Wahyuni, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga mempresentasikan poster ilmiah berjudul “The Potential of Aureobasidium pullulans as Integrative Bioengineering of Microbial Systems for the Sustainable Production of PHB: A Review” pada forum ilmiah internasional KAJS tahun 2026. Poster ini disusun oleh Dwi Kusuma Wahyuni, Ganies Riza Ariestya, dan Sehanat Prasongsuk, hasil kolaborasi antara Universitas Airlangga, Chulalongkorn University (Thailand), dan Universitas Gadjah Mada.

Melalui kajian literatur yang komprehensif, penelitian ini mengulas potensi Aureobasidium pullulans sebagai platform mikroba inovatif untuk menghasilkan polyhydroxybutyrate (PHB), yaitu bioplastik yang dapat terurai secara alami dan menjadi alternatif ramah lingkungan pengganti plastik berbasis minyak bumi.

Berbeda dengan sistem produksi PHB konvensional yang bergantung pada bakteri dan rentan terhadap infeksi bakteriofag serta memerlukan biaya produksi tinggi, A. pullulans menawarkan berbagai keunggulan. Mikroorganisme ini memiliki toleransi tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan, mampu memanfaatkan beragam substrat berbiaya rendah termasuk limbah agroindustri, serta berpotensi direkayasa melalui pendekatan biologi sintetik dan rekayasa metabolik.

Poster ini juga membahas berbagai strategi pengembangan, seperti pemanfaatan teknologi CRISPR-based genetic engineering, integrasi jalur biosintesis phaCAB, dan optimasi jalur metabolik untuk meningkatkan akumulasi PHB. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan sistem produksi bioplastik yang lebih efisien, ekonomis, dan berkelanjutan.

Dalam sesi presentasi, tim peneliti menjelaskan bahwa fleksibilitas metabolik A. pullulans membuka peluang besar untuk mendukung konsep circular bioeconomy, yaitu mengubah limbah bernilai rendah menjadi produk bioplastik bernilai tinggi dengan jejak lingkungan yang lebih kecil.

Melalui presentasi poster ini, tim peneliti berharap kajian tersebut dapat menjadi referensi bagi pengembangan teknologi bioengineering mikroba di masa depan sekaligus memperkuat kolaborasi internasional dalam mendukung inovasi bioteknologi yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Aureobasidium pullulans tidak hanya menawarkan solusi inovatif dalam produksi bioplastik ramah lingkungan, tetapi juga menjadi langkah strategis menuju industri berbasis hayati yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan.