Sektor hortikultura memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Namun, penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dapat menurunkan kualitas tanah dan meningkatkan biaya produksi pertanian. Di sisi lain, kotoran hewan yang dihasilkan dari kegiatan peternakan di Desa Pulosari memiliki potensi besar untuk diolah dan dimanfaatkan sebagai pupuk kandang yang kaya akan bahan organik dan unsur hara. Aplikasi pupuk kandang pada tanaman hortikultura tidak hanya membantu meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman, tetapi juga menjadi solusi pemanfaatan limbah peternakan yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Biologi mengusung tema “Aplikasi Pupuk Kandang dari Kotoran Hewan untuk Mendukung Budidaya Tanaman Hortikultura Berkelanjutan di Desa Pulosari, Jombang.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan pupuk kandang sebagai alternatif pupuk yang lebih berkelanjutan. Program ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah peternakan menjadi produk yang bermanfaat, serta SDG 15 (Life on Land) melalui upaya menjaga kesehatan dan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Dengan demikian, pemanfaatan pupuk kandang tidak hanya mendukung hasil pertanian yang lebih baik, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan desa yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
